RSS
Facebook
Twitter

Rabu, 15 November 2017


Sebagai mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro S1 tingkat akhir. Secara teoritis gelar yang akan saya dapat nanti memang S.Pd. Namun secara materi yang saya dapat di perkuliahan, teori yang saya dapatkan lebih banyak mengenai ke-teknik-kan. Maka dari itu, saya mencoba membagikan ini sebagai pedoman betapa kerennya mahasiswa teknik itu.

Dulu, sebagai siswa lulusan SMA saya merasa minder dengan kawan lain yang berasal dari lulusan SMK yang sudah linear dengan apa yang mereka pelajari dulu. Mungkin ini juga yang dirasakan oleh beberapa kawan saya yang juga berasal dari lulusan SMA. Di SMA saya sendiri materi elektronika dulu hanya ada 1 jam pelajaran dalam seminggu.

Keminderan ini lah yang jutru membawa saya tersesat untuk bergabung ke salah satu organisasi keilmiahan di Fakultas Teknik. Alasan utamanya karena ketika perkenalan kampus saya terpesona oleh kakak senior di organisasi itu yang mampu memamerkan beberapa produk hasil karya mereka. Untuk itulah saya ingin bergabung dan belajar banyak dari mereka supaya lebih mengenal dan mencintai teknik itu sendiri.

Mengapa kuliah di Teknik?
Lingkungan mahasiswa teknik memang keras. Kita sudah terbiasa untuk tidur diatas jam 12 malam, bahkan beberapa kali sampai harus tak tidur semalaman untuk mengejar deadline tugas yang begitu menumpuk. Dosen teknik juga bukan tipikal dosen yang mudah membeli nilai A meskipun kita sudah mati-matian mengerjakan berbagai tugas yang diberikan. Namun itulah yang membuat mahasiswa teknik itu spesial. Bermodal mental baja inilah yang nantinya membantu kita dalam persaingan dunia kerja yang bisa dibilang akan lebih berat dibanding masa perkuliahan.

Teknik Itu Teori + Praktik
Buku hanya menyediakan 10-25 % ilmu yang kamu butuhkan, selebihnya praktik dan eksplorlah kemampuanmu sendiri. Sebagai mahasiswa teknik kita dituntut untuk bisa segala hal. Tidak hanya bisa teori saja, namun harus bisa praktiknya. Teori dan praktik adalah kedua hal yang berbeda yang keduanya butuh fokus dan waktu lebih untuk bisa menguasainya. Susah, tapi memang itulah yang harus dilakukan. Sebagai mahasiswa teknik, haram hukumnya bila kita tak punya ketrampilan yang berkaitan dengan jurusan kita. Padahal teknologi terus berkembang, jadi belajar dan terus belajar untuk meningkatkan kemampuan memang senantiasa harus dilakukan. Semakin banyak ketrampilan yang kita kuasai, semakin mudah kita mencari pekerjaan yang sesuai nantinya.

Bangga Menjadi Teknik

Sebagai negara berkembang, sarjana teknik merupakan yang paling dibutuhkan Indonesia saat ini. Maka dari itu, berbanggalah buat kalian mahasiswa teknik yang punya modal mental kuat dan berbagai ketrampilan yang mendukung. Dan buat kalian yang masih minder, ingatlah bahwa sukses itu adalah 1% ide 99% kerja keras. Tak ada suatu hal apapun yang bisa kita raih tanpa usaha dan kerja keras. Tentunya diiringi dengan doa.

Jumat, 27 Oktober 2017

Tips Interview Organisasi Mahasiswa/ Komunitas





Selama kuliah, 4 tahun penuh masa kuliahku diisi dengan kegiatan organisasi di 4 organisasi yang berbeda. Organisasi itu adalah UKM Desain UNNES 2012, EneRC FT UNNES 2013-2014, BEM KM UNNES 2015 dan UKM Penelitian UNNES 2015-2016. Keempat organisasi itulah yang benar-benar saya ikuti alur recruitmentnya dan Alhamdulillah di semua interview yang saya ikuti semuanya membawa saya masuk ke organisasi tersebut.

Sabtu, 16 September 2017



Saat ini, akun media sosial yang paling banyak digunakan adalah Facebook, Google+ Twitter, Line, Instagram dan YouTube. Namun dalam pemanfaatnya banyak yang belum menggunakan Google+, padahal dibanding dengan media sosial yang lain akun ini lebih dapat memudahkan artikel di web yang disare di Google+ untuk terdeteksi oleh search engine google.

Minggu, 03 September 2017

UKM Penelitian Unnes 2016 (Part 1)




Organisasi yang kucintai sama seperti organisasi-organisasiku sebelumnya. Namun, disini benar-benar kutemukan arti kata “Saling mengingatkan dalam kebaikan”

Berbagai karakter kutemukan disini, tua muda, diam cerewet, religius urakan, dan banyak lainnya. Meskipun terkadang harus mencoba merubah-rubah diri menjadi 2 sisi yang berbeda tersebut supaya bisa memahami pola pikir masing-masing individu. Namun, pada intinya aku nyaman berada di sekitar orang-orang hebat seperti kalian.

Selasa, 01 Agustus 2017

Teori Flath Earth



Flat Earth? Apa sih itu? Ternyata bumi kita ini berbentuk datar? Benarkah? Selama ini kita dibohongi oleh teori-teori yang ada di Sekolah? Mungkinkah?

Saat ini, setiap orang yang senang dengan perkembangan sains atau pun penyuka teori konspirasi pasti sudah tidak asing dengan teori flat earth. Teori flat earth menjadi semacam wacana yang tak bisa diabaikan begitu saja, karena sempat menjadi sebuah trending topic yang  cukup viral di dunia.

Senin, 24 Juli 2017

SYNDROM PRA-SIDANG SKRIPSI




Sidang Skripsi merupakan salah satu momen paling mendebarkan bagi seluruh mahasiswa S1. Untuk menemui ini bisa dibilang aku sudah terlambat 1 tahun. Tak usah diuraikan mengapa, dibalik itu semua aku percaya setiap orang punya masa dan rejekinya masing-masing.

Banyak dari mahasiswa teknik yang mundur begitu banyak ketika mengerjakan skripsi, salah satu penyebabnya adalah tidak ada perencanaan jauh-jauh hari mengenai skripsi yang akan dikerjakan, ini merupakan kesalahan terbesar yang paling umum dilakukan oleh mahasiswa teknik yang skripsinya mundur begitu lama disamping banyak faktor-faktor lain tentunya.

Rabu, 14 Juni 2017

Mahasiswa Baru Teknik Elektro Harus Baca Ini


Sebagai mahasiswa Teknik Elektro tingkat akhir, saya menulis ini karena saya baru sadar betapa kerennya jurusan ini. Lebih dari itu, banyak ilmu yang baru ku kuasai di akhir-akhir semester tua ini hingga rasanya masa semester mudaku dulu hal yang ku pelajari memang bermanfaat, namun masih kurang terarah. Untuk itu, buat kalian yang masih baru menjadi bagian dari Teknik Elektro, mau mendaftar di jurusan Teknik Elektro atau yang sudah lama menjadi mahasiswa Teknik Elektro namun belum sadar betapa kerennya jurusan ini, silakan dibaca

Sedikit bercerita mengenai latar belakangku. Sebelum kuliah di Teknik Elektro, saya berasal dari SMA jurusan IPA yang tentu saja merasa minder dengan kebanyakan kawan yang dulunya berasal dari SMK elektro entah dari cabang Audio Video, Elektronika Industri, atau cabang jurusan elektronika lainnya. Hingga keminderanku ini membuatku berfikir untuk mencari sesuatu yang lain yang membuat diriku lebih special dari kawan lainnya.

Singkat cerita, aku menjadi bagian dari organisasi EneRC FT UNNES yang bergerak di bidang kepenulisan ilmiah. Disini point pentingnya adalah aku menjadi ikut termotivasi oleh kakak kakak keren yang sangat mengayomi dan menginspirasi hingga akhirnya pada tahun kedua aku berhasil ikut kompetisi karya ilmiah pertamaku di Universitas Brawijaya, dan hebatnya langsung Juara 2 tingkat Nasional!

Semenjak saat itu, aku menjadi ketagihan untuk menulis karya ilmiah. Jujur di benak tujuan utama bukan sekedar piala, namun bisa mendapat relasi sebanyak mungkin dan merasakan iklim kampus tujuan serta tentu saja tempat wisata yang ada di sekitar kampus tersebut. FYI, ketika kita lolos seleksi proposal untuk lomba ke kampus lain, pasti kampus akan mendanai kita setidaknya untuk transportasi kesana. Alhasil beberapa kota berhasil ku jejaki dengan gratis berkat menulis karya ilmiah, seperti Jakarta, Banten, Surabaya, Malang, Solo, Makassar, Riau dan Pontianak.

Banyak cerita yang kudapatkan memang dari petualangan-petualangan tersebut. Namun sedihnya, kebanyakan dari lomba yang ku ikuti hanya sekedar menjadi finalis tanpa membawa piala. Hingga aku sendiri menyebut diriku sendiri ‘spesialis finalis’ karena setiap tulisanku rasanya mudah sekali untuk menembus 10 besar nasional. Menurutku, kekuatan utama dari tulisanku adalah dari tata bahasa, rujukan, logika berfikir, pengembangan dan inovasi gagasan. Namun ketika semua itu dipresentasikan di depan juri, salah satu faktor terbesar dari kegagalanku adalah ide yang ku tulis kurang aplikatif.

Sebagai mahasiswa Teknik Elektro, jujur aku malu.

Mahasiswa Teknik seharusnya menghasilkan ide gagasan yang aplikatif. Untuk itu, jika kalian mahasiswa Teknik Elektro, please jangan lakukan kesalahan yang sama yang pernah ku lakukan ini. Sebagai mahasiswa tingkat akhir, masa ku menjadi mahasiswa tak banyak lagi, sekarang giliran kalian untuk meraup gelar juara sebanyak-banyaknya dan buat bangga lingkungan kalian.

Caranya?

Beberapa kawan Teknik Elektro dari kampus lain banyak menjuarai lomba tersebut, bahkan ada anak SMA yang mewakili Indonesia di ajang Young Inventor Award dengan membuat alat yang mampu mendeteksi jenis sampah dengan sensor buatannya sendiri. Sumpah, itu Elektro banget.

Sebagai mahasiswa baru Teknik Elektro khususnya satu hal yang wajib kalian bisa adalah belajar Arduino. Dengan ini ide-ide gila kalian akan menjadi lebih aplikatif dan akan banyak hal-hal yang kalian bisa raih dengan belajar Arduino ini. Di toko-toko banyak buku-buku yang mengajarkan tentang Arduino bener-bener dari nol. Buku bisa didapat dengan membeli seharga 50.000 atau jika tidak bisa cari di perpustakaan jika ingin tidak mengeluarkan biaya. Kemudian Arduino Uno versi Chlone dengan perlengkapan lain seperti lampu LED, Potensiometer, Buzzer, Sensor LM35 dan lain-lain bisa didapat dengan harga kurang lebih 100.000 saja sudah cukup untuk menguasai teori dasar Arduino. Dan aku salah satu orang yang menyesal tak belajar Arduino dari awal semester.

Dengan Arduino apa yang bisa kalian buat?

Di lingkungan sekitar kita banyak aplikasi yang kita buat dari arduino, contohnya saja lampu bangjo, lampu kedip-kedip, portal kereta api, pengisian pom bensin. Dalam aplikasi nyatanya tentu saja semua itu tidak menggunakan arduino dikarenakan beberapa hal. Namun dengan belajar arduino kalian bisa membuat semua itu menjadi nyata.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa contoh aplikasi arduino dari kawan-kawan yang berhasil juara atau menurutku cukup keren aplikasinya:

  1. Portal khusus untuk Bus Trans Jakarta di jalur busway untuk menghalangi selain Bus Trans Jakarta masuk ke jalur busway > Hanya dengan menambahkan RFID yang dihubungkan ke portal bisa diprogram bahwa portal hanya terbuka otomatis ketika Bus Trans Jakarta saja yang lewat. 
  2. Deselarasion otomatis pada mobil untuk menghindari kecelakaan > dengan menggunakan sensor jarak yang di program ketika jarak tertentu roda mobil akan langsung mengerem.
  3. Pendeteksi cairan infus ketika akan habis > dengan menggunakan sensor berat (load cell) yang bisa di setting dengan berat tertentu akan menghidupkan actuator. Tinggal actuator nya mau dibuat apa, ntah alarm, dari buzzer yang biasanya paling banyak digunakan, otomatis meng-sms atau memberikan peringatan ke suster jaga juga bisa. Setelah belajar Arduino kalian harus belajar lebih lanjut mengenai sensor dan actuator.

Setelah menguasai arduino saya sarankan bisa belajar lebih lanjut menggunaka Raspberry-Pi. Alat ini aplikasi lebih-lebih luas lagi dibanding Arduino.   

Untuk itu, jika kalian mengaku mahasiwa Teknik Elektro. Manfaatkan masa mudamu sebaik mungkin. Ayo ciptakan karya karya terbaik untuk menjadi solusi bagi permasalahan bagi bangsa ini.